Oleh : Ummu Aqeela

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat sebanyak 227 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 27 Januari 2021. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung masih mendominasi sejumlah bencana menjelang akhir Januari tahun ini.


“Catatan BNPB, sebanyak 148 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 37 dan puting beliung 31. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 5 kejadian dan gempa bumi 5 kejadian,” dari data yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (28/1/2021).

Dari kejadian bencana sepanjang Januari 2021 ini, saat ini sebanyak 1.517.935 jiwa terdampak dan mengungsi. Sedangkan meninggal dunia 185 orang dan hilang sebanyak 8 orang dan luka-luka 3.654 orang. Sementara itu, dampak bencana sekitar 9.722 rumah rusak dengan rincian 1.567 rumah rusak berat, 7.593 rumah rusak sedang dan 562 rumah rusak ringan.

Sebanyak 85 fasilitas umum juga mengalami kerusakan dengan rincian 40 fasilitas pendidikan, 32 fasilitas peribadatan, dan 13 fasilitas kesehatan rusak, 4 kantor rusak dan 25 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana.
( https://www.inews.id/news/nasional/227-bencana-terjadi-sepanjang-januari-2021 )

Peristiwa bencana alam tentunya tidak terjadi begitu saja, tetapi banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Jika para ilmuwan dan para ahli berpendapat bahwa rentetan bencana yang melanda negeri ini adalah sebuah fenomena alam saja, maka bagi seorang muslim pemahaman terjadinya bencana alam tidak boleh hanya samapi di situ. Seorang muslim harus melihat terjadinya bencana alam dari dua sisi diantaranya : 

  1. Bencana sebagai ujian dari Allah
    Bencana alam yang menimpa manusia dapat memberikan makna tanda kecintaan Allah SWT kepada seorang hamba. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
    “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang sabar maka dia mendapat (pahala) kesabarannya, barangsiapa yang marah maka dia mendapat (dosa) kemarahannya. (Dikeluarkan oleh Ahmad melalui jalur Mahmud Bin Labib).
    Karenanya sebagai umat Nabi Muhammad SAW , harus meyakini segala bencana yang menimpa manusia semuanya merupakan takdir dari Allah SWT yang harus di imani dan di terima dengan sabar dan tawakal.
  2. Bencana sebagai peringatan dari Allah SWT
    Sesungguhnya bencana Merupakan ayat-ayat Allah SWT untuk menunjukan kekuasaan Nya jika manusia tidak perduli lagi dengan ayat-ayat Allah, tidak mau tunduk terhadap aturan Allah, dan banyak melakukan kemaksiatan.
    Hal ini pernah terjadi di masa kekhilafahan Umar Bin Khattab RA. Suatu kali di madinah terjadi gempa bumi, Rasulullah lalu meletakan kedua tangannya dan berkata “tenanglah… belum saatnya bagimu”. Lalu Nabi menoleh kepada para sahabat dan berkata “sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian “.
    Umar Bin Khattab mengingat kejadian tersebut. Ketika gempa terjadi di masa kekhilafahan nya ia berkata kepada penduduk madinah “wahai manusia apa ini? alangkah cepatnya apa yang kalian lakukan (dari maksiat kepada Allah). Umarpun mengingatkan kaum muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah SWT. Bahkan Umarpun mengancam andai gempa kembali terjadi, aku tidak akan bersama kalian.
    Namun sayang bencana yang datang silih berganti hanya memberikan kesedihan, namun tidak mampu menjadikan manusia merenung mengapa bencana alam datang silih berganti menimpa negeri ini?

Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Namun keberadaan penduduknya yang mayoritas muslim tidak mampu menjadikan islam sebagai aturan yang di terapkan untuk mengatur kehidupan manusia. Saat ini aturan yang di terapkan adalah kapitalisme dengan asasnya pemisahan agama dari kehidupan. Agama hanya di beri ruang dalam masalah ibadah saja, sementara dalam kehidupan,  agama tidak boleh mengatur. Alhasil kaum muslimin begitu terjaukan dari islam. 

Seharusnya musibah demi musibah yang melanda negeri ini menjadikan manusia menyadari betapa lemah dan tidak berdayanya kita di hadapan Allah. Dan menyadari bahwa bencana yang terjadi adalah teguran dan peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada Allah dengan menerapkan aturan Allah  SWT secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.


Sudah sepatutnya kita merenungkan firman Allah SWT 
“Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu di telan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang? Atau sudah merasa amankah kamu bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan Ku. Dan sungguh orang orang sebelum merekapun telah mendustakan (rasul-rasul Nya). Maka betapa habatnya kemurkaan Ku” (QS. Al Mulk : 16 -18)

Wallahu’alam bishowab