Oleh: Dewi Sri Nasir Saputri (Anggota Kelas MUGH)

Suatu hari, saya mendapat informasi dari teman saya bernama Kak Vika, bahwa dia mengaji di sebuah rumah belajar bernama Rumah Belajar Habil Bilal. Saya pun tertarik untuk belajar di sana juga.

Namun, beberapa hari kemudian saya berhalangan untuk mendaftar karena harus pulang ke kampung halaman.

Setelah saya pulang dari kampung halaman, akhirnya saya bisa mendaftar ke tempat ngaji itu. Ketika mendaftar kita diberi sebuah formulir untuk data penerimaan murid baru.

Di sana saya bertemu dengan guru, guru yang mengajar sangat ramah, namanya Ibu Nini. Saya sangat senang, tetapi awal masuk saya bertepatan dengan saya yang sedang menstruasi. Jadi tidak bisa ikut kegiatan.

Keesokan harinya saya sudah bisa mulai mengaji. Pertama saya masuk saya sudah mendapat teman yaitu Feza, Azkadina dan beberapa teman lainnya.

Saya pun dipanggil bu Nini untuk di tes hafalan Al-Qur’an dan Tahsin. Saya di ajari oleh seorang guru yg begitu baik, beliau mengajar dengan penuh kesabaran dan tidak dengan paksaan. Adapun pesan pertama dari Bu Nini yang utama adalah, “kalian adalah anak hebat, menghafal Al-Qur’an itu mudah jika kalian menjaga adab Kepada Allah dan guru” kata buk Nini.

Setelah beberapa hari mengaji, saya mulai terbiasa dengan orang-orang di sekitar. Saya mulai nyaman berada di situ.

Adapun kegiatan di tempat ngaji adalah belajar tahsin, sholat maghrib, penanaman adab, hafalan surah, dan sholat isya. Setelah itu kami pun pulang. Begitu lah, Saya belajar di tempat ngaji, Senin hingga Kamis.

beberapa minggu kemudian …(bersambung)