oleh : Dewi Sri Nasir Saputri
(anggota MUGH kelas 6 SD)

Beberapa minggu kemudian, Setiap hari Kamis adalah hari yang Saya tunggu, karena hari Kamis Bu Nini akan menyampaikan materi Aqidah dan Akhlak. “Ayo anak-anak kita mulai kegiatan dengan memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan menerima ilmu,” kata Bu Nini.

Saya sudah banyak mendapat ilmu dari Bu Nini, termasuk ilmu “berkata baik atau diam.”

Bu Nini pun melanjutkan penjelasannya. “Nak, hati-hatilah dalam menjaga lidah, karna kata-kata yang dikeluarkan lidah adalah harimau yg siap menerkam.” “Pilihannya ada dua yaitu; diam atau berbicara yang baik saja. Karena diam adalah emas, karna dengan kita diam tidak akan ada kata-kata kotor yang keluar dan berbicara adalah perak, karna dengan kita berbicara mungkin akan ada kata-kata kotor yang keluar.” Lanjut Bu Nini menjelaskan.

“Ayo, tadi siapa yang mengucapkan kata-kata “kau, lu, bodoh”, tanya Bu Nini. Kamipun semuanya menundukkan kepala, takut dimarahi. Akhirnya Reza pun mengaku.

Bu Nini pun melanjutkan.
“Mungkin ada juga kata-kata yang sering kita lontarkan kepada orang tua seperti berdecak ‘ck’ dan berkata ‘ah’ ketika dipanggil. Allah SWT melarang, karena dengan mengucapkan ah saja sudah berdosa.”

Suasana pun semakin diam. Saya kembali mengingat diri,
Selama ini saya tidak bisa menjaga lisan dengan baik, saya sering memanggil teman dengan sebutan ‘kau’ dan terkadang sering terlontar kata-kata ‘ah’ ketika dipanggil oleh orang tua. Mulai sekarang saya akan memperbaiki nya lagi insyaallah,” Gumamku dalam hati.

Adzan sholat isa pun berkumandang. Beberapa teman kami berisik, tertawa tawa, bahkan bermain.
Padahal Bu Nini baru saja selesai menjelaskan.

Tiba-tiba nafas Saya sesak….
(bersambung)