Oleh: Lisa Angriani (Pemerhati Sosial)
Moramo, Sulawesi Tenggara

Islam merupakan agama yang luar biasa. Ajarannya memperhatikan seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari urusan yang kecil hingga besar. Islam memberikan rahasia tentang konsep kehidupan, ialah tentang ketenangan hidup akan umat raih dengan selalu menyertakan Allah dalam kehidupan dan menjalani hidup sesuai dengan tuntutan agama. Menghubungkan seluruh urusan kehidupan pada Allah yang disandarkan pada Islam maka umat akan merasakan kebangkitan yang sesungguhnya. Namun kini hanya keterbelakangan umat yang dipertontonkan. Umat hari ini belum menyadari adanya pengaruh yang besar pada tubuh umat Islam. Keterbelakangan kehidupan di bawah aturan selain Islam membuat umat tidak menyadari akan potensinya yang besar untuk bangkit. Sesungguhnya umat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kehidupan dunia. Salah satu buktinya dalam lingkup ekonomi dan teknologi ialah ketika aplikasi pesan Whatsapp menunda keharusan bagi penggunanya membagi data pribadi ke platfrom Facebook. Mengutif AFP, Whatsapp menunda karena cemas penggunanya eksodus pindah menggunakan aplikasi pesan singkat lainnya jika kebijakan itu diberlakukan. Belum diketahui pasti kapan kebijakan keharusan pengguna Whatsapp membagi data ke Facebook itu bakal diterapkan. Sebelumnya, aplikasi pesan Whatsapp menuai kritik dari sejumlah penggunanya. Hal itu terjadi setelah Whatsapp menerbitkan kebijakan privasi baru, yakni data pribadi milik penggunanya dan bisa dibagi kepada Facebook. Tak lama setelah rencana kebijakan privasi baru itu muncul, sejumlah pengguna mengajak pengguna lain untuk pindah aplikasi yang lebih aman, misalnya warganet mengajak pengguna Whatsapp untuk beralih ke Telegram. Sabtu, 16/01/2021. https://www.cnnindonesia.com Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kekuatan ekonomi publik saat mereka bersatu, ternyata mampu menekan raksasa ekonomi global yang membuatnya terpaksa harus mengganti kebijakan. Begitu pula ketika umat Islam menekan kebijakan atau sistem yang diterapkan hari ini, mengingat jumlah penduduk Islam di dunia sangatlah besar. Seharusnya, umat Islam sadar akan potensinya yang besar. Meski berada dalam lingkungan sistem kapitalis yang tidak memiliki kekuasaan, tapi jika umat berani dan sadar akan keberadaan mereka yang ternyata mampu memutus kebijakan besar yang dilakukan oleh sistem sekuler. Maka sikap ini akan menekan pergerakan dalam memutuskan berbagai kebijakan yang dilakukan secara sepihak. Sistem kapitalis memiliki kekuatan paling berpengaruh dalam hal ekonomi. Jika umat mampu menggertak kemajuan raksasa ekonomi kapitalis global beserta kemajuan teknologinya, maka dalam hal yang lain pun umat mampu menggertak sistem kapitalis dengan kesatuan yang mereka hadirkan. Begitu pula saat umat Islam di seluruh dunia bersatu dalam kepemimpinan Islam. Maka, ekonomi kapitalis saat ini tak memiliki kekuatan apa-apa. Melihat penduduk bumi yang disinyalir dipenuhi oleh umat Islam terbanyak dibanding umat-umat yang lain. Tak ada kekuatan apa-apa terhadap para kapitalis, saat umat mampu dan berani memutuskan hubungan dengan ekonomi kapitalis. Maka sistem sekuler tidak mampu lagi dipertahankankan.Sesungguhnya sampai hari ini sistem kapitalisme subur akibat dari bantuan umat Islam yang masih menggunakan seluruh jajanan kapitalisme untuk keberlangsungan hidup. Akibatnya justru memperpanjang umur sistem sekuler.


Kini saatnya umat Islam untuk sadar akan potensi besar yang dimiliki. Umat Islam memiliki banyak keahlian dalam bidang apa pun, hingga sistem sekuler berhasil memperalat umat Islam demi kepentingan mereka.
Ilmuwan yang dilahirkan oleh Islam sudah mampu membuat perubahan besar untuk sebuah kebangkitan. Dunia bahkan mengakui keberadaan orang-orang cerdas yang lahir dari kalangan umat Islam, tinggal bagaimana umat menyadari keberadaanya dan mau bersatu untuk sebuah kebangkitan.
Kejadian yang terjadi mengenai ekonomi global melalui teknologi seharusnya membuat umat sadar bahwa untuk menjatuhkan sistem sekuler kapitalis adalah hal yang mudah untuk dilakukan umat. Dengan sikap umat Islam yang berani untuk mengambil langkah memutus hubungan perekonomian dengan apa yang disuguhkan pasar kapitalis, pemerintah akan merasakan ketakutan yang luar biasa.
Apalagi jika umat hidup dalam kepemimpinan Islam yang sesungguhnya. Maka kekuatan demografi, politik dan ekonominya pasti mampu melenyapkan sistem selain Islam yang menjadi musuh umat hari ini.
“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar, dan beriman kepada Allah SWT.” (QS. Ali Imran: 110)
Ayat di atas menegaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaik yang diciptakan Allah di bumi ini. Hal ini akan terjadi jika umat senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah dalam kehidupan, serta menjadikan hukum Allah sebagai aturan hidup dalam bernegara hingga individu.
Menjadikan seluruh aktivitas mereka semata-mata bersandar pada hukum syara’ dan senantiasa mengabaikan dan memusuhi hal yang mungkar bagi Allah. Maka satu-satunya jalan untuk bisa menjadi umat terbaik adalah dengan cara berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam, tercapainya seluruh hukum-hukum Allah dalam naungan khilafah Islamiyah.
Waalahu’alam Bis Shawab.