Oleh: Muzahidah (Aktivis Muslimah)

Adu domba adu domba
Mengadu domba
Demi keuntungan
Domba jadi korban
Demi kesenangan
Domba kesakitan

Tepat disahkannya Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).Adanya pengesahan ini akan Membawa petaka bagi Indonesia dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia, serta banyak menuai kontroversi akibat dari
Pembentukan RAN PE disebut untuk merespons tumbuh kembang ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah terorisme. (detik.com, 15/1/2020).

Kekuasan yang diemban Negara dengan berbasis kapitalisme ini selalu membuat peraturan melenceng dari syariat islam. Sebagai landasan kebebasan berpendapat, mengalihkan peran pentingnya sebagai perisai bagi umat, malah mencari kesalahan melalui RAN PE. Akibatnya, akan timbul rasa prasangka buruk terhadap kaum muslim sebagai bentuk perjuangan tegaknya syariat islam dengan berlandaskan Al-Qur’an dan As sunnah. Bahkan, sebelum akhir 2020 saja banyak berbagai kencaman buruk terhadap muslim mulai dari terosisme bahkan radikalisme.

Padahal Hakikatnya, akal manusia itu terbatas dan tidak mampu menyelesaikan persoalan dengan cara kejeniusan yang dimilikinya. Harus ada peran penting dari aspek kehidupan, yakni aturan dari syariat Allah, sehingga berbagai problem yang berdampak baik pada setiap individu bahkan sampai ke negara ini akan bisa terselesaikan.

Di sisi lain, pemerintah menginginkan agar RAN PE mampu mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dengan strategi komprehensif untuk memastikan langkah yang sistematis, terencana, dan terpadu dengan melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.

Penanggulangan pemerintah akan terus dilakukan. Ini sebagai awal mula perpecahan persaudaraan antar kaum muslim, lantaran tindakan dari pemerintah sangat tidak efektif dalam mengatasi isu terosisme di negara ini. Terlebih lagi masyarakat akan semangkin resah dengan adanya RAN PE, akan timbul parasangka buruk. Padahal dalam islam sangat tegas melarang prasangka buruk antar sesama muslim.

Firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS Al-Hujurat: 12).

Islam mengajarkan umatnya untuk memastikan kebenarannya dari setiap informasi yang disampaikan media.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah atas suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” (QS Al-Hujurat: 6).

Apalagi tindakan memata-matai yang dilakukan negara pada rakyatnya sendiri, tentu akan berakibat buruk pada masyarakatnya dan menghilangkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh seorang amir (pemimpin) akan mendurhakai rakyatnya, bila ia memburu kecurigaan pada mereka.” (HR Abu Daud dari Abu Umamah).

Apakah bagi pemerintah memberantas terorisme akan cepat terkendalikan dengan adanya RAN PE? Bagaimana solusi terbaik akan hal ini?

Islam mempunyai segudang solusi dan efektif dalam memecahkan problematika umat, terlebih memusnahkan sistem berasas kapitalisme ini. Hal ini akan memberikan pemahaman kepada rakyat bahwa kejahatan itu tidak akan mampu diberikan jerah terhadap pelakunya hanya dengan penjara saja, melainkan harus sesuai dengan hukum Allah, yakni dalam Al-Qur’an. Ketika mencuri akan dipotong tangannya, bila berzina akan dirajam. Para pelakunya pun akan jera. Itulah, islam mampu memecahkan setiap problem umat.

Pemerintah sekarang bukan meredamkan isu, malah menimbulkan polemik baru, yakni adu domba sebab dengan adanya RAN PE akan terus menyangkutpautkan islam. Membuat muslim ketakutan mendengar istilah dalam islam seperti jihad, khilafah dan syariat islam. Lambat laun istilah islam akan pudar akibat penetapan peraturan pemerintah yang sangat tidak baik, bahkan buram dalam pandangan mereka yang ingin memahami islam kaffah karena akan adanya hoax yang terselip di balik RAN PE ini.

Berbagai Kekacauan yang sudah terjadi hanya Islam solusi terbesarnya dengan berasaskan akidah islam yang kuat serta menerapkan hukum Allah. Berlandaskan Al-Qur’an dan As sunnah sesuai ajaran Rasulullah sebagai khalifah (pemimpin islam) pertama di bumi ini.

Mari kita kembali Mengandalkan khilafah sebagai perisai dan pemecahan dari berbagai problematika umat untuk saat ini, bahkan seterusnya. Wallahu’alam bissawab