Oleh :Vika suci Rahayu (anggota kelas MUGH kelas 2 SMP)

Tiba-tiba saja kami semua tertawa (hahahaha) bahkan ada yang tertawa terbahak-bahak setelah melaksanakan sholat Maghrib.

“Bu Nini sudah selesai sholat, ayo diam semua!”, Kata Surya yang waktu itu mengingatkan.

Bu Nini pun duduk dan memandangi kami satu-persatu. Bu Nini mengingatkan tentang aturan yang sudah disepakati. “Ada kejadian apa tadi?”, tanya Bu Nini.

Kamipun terdiam semuanya. Takut karena kami sudah melakukann kesalahan.

“Baiklah kalau tidak ada yang mengaku, dengarkan penjelasan ibu berikut ini!”, Lanjut Bu Nini menjelaskan.

berkata baik atau diam

“Apakah kalian tau apa yg di maksud dengan berkata baik atau diam?”, “Nah, jadi kita di anjurkan lebih baik diam dari pada berbicara, karena diam itu emas bicara itu perak. Pasti memilih emas yang harganya lebih mahal, makanya jangan sampai terulang lagi ribut, tertawa terbahak-bahak yang tidak ada manfaatnya, hanya mendapatkan marah sama Ibu”, jelas Bu Nini.

Bu Nini pun melanjutkan.
“Imam Syafii dalam masalah berbicara, termasuk juga menyampaikan berita, berkata, “Bila seseorang akan berbicara, ia harus berpikir terlebih dahulu. Bila jelas tidak akan membawa mudharat (kerugian), maka bicaralah. Tetapi, bila jelas akan membawa mudharat, atau ia ragu tentang bahayanya, maka diamlah.”

Setelah kami mendengar yang disampaikan oleh Bu Nini tersebut kami pun sadar kami pernah berbuat yang tidak layak diucapkan.

“Saya pun merasa bersalah dengan kelakuan yang telah saya ucapkan, seperti “kau”lu”gua” dan ketika Bu Nini menjelaskan kalau itu perkataan yang tidak baik insyaallah saya tidak akan mengulanginya kembali”, kataku dalam hati.

Kami sangat senang mempunyai Bu Nini yang baik dan sabar sekali menghadapi anak-anak yang luar biasa.

Bu Nini pernah marah karena ketika azan berkumandang sebagian teman saya ngobrol, dan ketika sholat mereka main-main sehingga tidak khusuk, sama saja mereka mempermainkan Allah.

Mereka juga pernah berkata tidak layak seperti “kau bodoh” kepada temannya. Ucapan-ucapan seperti ini harus dihindarkan. Karena hanya berdampak buruk dan akan menjadi kebiasaan buruk.

Dan setelah itu bersambung..