Oleh: Syafa, Aktivis Muslimah di Lamongan

Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, Rusmadi menanggapi mengenai persoalan adanya komplain salah satu orang tua siswa yang merasa anaknya dipaksa memakai kerudung oleh pihak sekolah.
 
Rusmadi mengatakan pihaknya tidak pernah memaksa siswi non muslim mengenakan pakaian muslimah atau berkerudung. Hanya saja selama ini siswi non-muslim di SMK N 2 Padang menurut Rusmadi atas kemauan sendiri mau mengenakan seragam berkerudung supaya tidak berbeda dengan teman-temannya yang lain.

“Kami tidak pernah memaksakan siswi kami yang non-muslim memakai kerudung. Selama ini siswi non-muslim yang juga anak-anak kami di lingkungan sekolah atas kemauan sendiri mau pakai kerudung,” kata Rusmadi di Padang, Jumat (22/1).
Di SMK 2 menurut Rusmadi memang mengatur jenis pakaian yang dikenakan siswa-siswi sejak senin sampai Jumat. Ia merasa sekolah tidak pernah membeda-bedakan murid muslim dan non muslim. Mengenai aturan memakai kerudung di SMK N 2 Padang khusus bagi siswi muslimah menurut Rusmadi sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu.

Sistem pergaulan pria-wanita dalam islam sangat jelas peraturannya.
Sebagaimana aturan sholat yang sangat jelas memisahkan jama’ah pria dan wanita. Maka dalam pergaulan hubungan antara pria dan wanita pada hakekatnya adalah terpisah.
Pria berkewajiban untuk menundukkan pandangannya sebagai ketaatanya kepada Allah dengan tidak melihat pada apa yang diharamkan olehnya. Dan wanita berkewajiban untuk menutup auratnya.

Bagaimana para lelaki hendak menjaga pandangannya jika ditengah-tengah upayanya melakukkan ketaatan tersebut, banyak para wanita yang tidak menutup auratnya.

Wahai akhwati tidak lah kalian tahu apa yang dikatakan … bahwa satu helai saja dapat melemparkan kamu kedalam neraka. Itu yang d katakana oleh shohabah … ketika ia melihat sehelai rambut saudaranya yang terumbai.

Islam sangatlah menyayangi kaum perempuan dengan aturan pemakaian jilbab yang jelas ada pesan yang tersirat dari Allah terhadap kaum muslimah. Cantiknya wajahmu, indahnya perangai tubuhmu akan sangat disayangkan jika hanya untuk pelampiasan kaum lelaki kapitalis.

Itulah hikmah dari kewajiban dalam syariat untuk menutup aurat secara sempurna bagi perempuan. Benar, menutup aurat bagi seorang muslimah adalah kewajiban ketika berada di ruang publik termasuk di sekolah.

Kewajiban tersebut bukan karena instruksi dari guru, kepala sekolah ataupun pemerintah setempat. Tapi kewajiban tersebut berasal dari Allah SWT.

Berkaitan dengan ini Allah SWT menyampaikan dengan jelas di dalam Al-quran.

Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 33

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (An-Nur : 31)

Juga dalam surat Al-Ahzab ayat 59

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. Allahu ‘alam Bis Showab