Oleh : Ummu fillah

Viralnya intoleransi jilbab di SMK 2 Padang menjadi kasus ditariknya berbagai peraturan yang bersandar pada aturan agama (Perda Syariat). Banyak problem diklaim lahir dari pemberlakuan Perda Syariat. Bukti bahwa sistem demokrasi tidak memberi ruang bagi pemberlakuan syariat sebagai aturan publik. Islam telah dikerdilkan menjadi ajaran ritual sebagaimana agama lainnya.

Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatra dan ibu kota provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia. Kota ini memiliki julukan sebagai Kota Serambi Mekkah, dan juga dikenal sebagai Mesir van Andalas (Egypte van Andalas).[3] Sementara wilayah administratif kota ini dikelilingi oleh wilayah administratif Kabupaten. Dengan motto kota ” Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah, Sarak Mangato Adat Mamakai ” yang artinya Adat bersendi syara’ (hukum Allah), Syara’ bersendikan Kitabullah, Syara’ mengatakan adat menjalankan “. Dari sini jelaslah sudah bahwa hukum syara’ menjadi sendi kehidupan yang harus dijalankan oleh adat.

Intoleransi disekolah. Kepala Sekolah, Bapak Rusmiadi mengatakan tidak ada kewajiban bagi siswi non muslim untuk menggunakan kerudung. Apalagi memaksa siswa nonmuslim mengenakan jilbab. Pernyataan wakil kepala sekolah divideo viral itu meminta agar siswa wajib mematuhi aturan sekolah, bukan menggunakan jilbab.”

Begitulah jika agama dijauhkan dari kehidupan. Ketika salah intepretasi,sedangkan aturan yang sudah berjalan 15 tahun lebih itu merujuk pada intruksi Walikota Padang No 451. 442/BINSOS -iii/2005.

Islamophobia kembali dimunculkan dalam benak umat, seolah kewajiban jilbab hanya atribut sekolah dan siswa non muslim pun tak ada paksaan untuk mengenakannya, itu hanya aturan sekolah.

Butuh peran negara dalam menghadapi kasus intoleransi ini, tanpa memisahkan agama dari kehidupan. Dalam Islam, toleransi telah ada sejak masa Rasulullah di Madinah. Islam telah hidup damai dengan kaum yahudi dan nashrani, hingga masa kekhilafahan pasca kepemimpinan Rasulullah.

Islam tidak pernah memaksakan aqidahnya. Dan hanya aturan islamlah yang wajib ditegakkan agar rahmat Allah tercurahkan dari langit dan bumi. Allahu a’lam bish showab.