Oleh: Maman El Hakiem

Jika ada kupu-kupu mampir ke rumahmu, tandanya akan ada rezeki yang menghampiri. Pinisepuh atau orangtua yang kita homati, memiliki mitos seperti itu, mungkin tidak bermaksud takhayul, jika kita cerdas memikirkannya. Kupu-kupu adalah makhluk metamorfosis, proses perubahan dari ulat menjadi kepompong, lalu atas kesabarannya menjadi kupu-kupu yang indah.

Untuk menikmati indahnya hidup ini, hanya ada satu cara, yaitu mengubah pola pikirmu. Memandang hidup dan kehidupan dari pemikiran material, menjadi moral spiritual. Mengubah cara berpikir material kapitalistik menjadi moralis dan Islami. Kupu-kupu itu cermin perubahan dari kehidupan yang merusak (fase ulat), menjadi kehidupan penuh nilai maslahat (fase kupu-kupu). Seperti halnya proses hijrah dalam peradaban Islam, dari fase jahiliyah di Makkah menjadai fase penerapan syariah di Madinah.

Sebagai sebuah proses perubahan, metamorfosis kehidupan adalah keniscayaan, karena hidup ini dinamis tidak statis. Waktu akan selalu bergerak, meninggalkan sejarah peradaban manusia dari masa ke masa. Perkembangan cara berpikir manusia akan selalu menciptakan sejarah baru peradaban, meskipun itu seperti pengulangan sejarah. Seperti halnya pergantian siang dan malam seakan sama dan menjenuhkan, namun sesungguhnya selalu memiliki nilai yang berbeda. Karena itu siapa yang keadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung.

Kupu-kupu yang mampir di rumahmu, mengetuk pintu kebahagiaan karena wangi bunga kebaikan yang ditanam. Ia adalah rezeki atas proses kesabaran yang ditempuh dalam membentuk perilaku diri. Seseorang memiliki kepribadian yang baik, jika berani hijrah dari kehidupan sekuler menjadi kehidupan Islam. Ciri perubahan itu tercermin dari cara berpikir dan berperilaku, memadukan pola pikir (aqliyah), pola sikap(nafsiyah) menjadi kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah).

Ciptakan terus momentum perubahan dalam hidup kita, mengubah kejenuhan hari-hari dengan karya baru dalam dunia literasi, mengubah pola pikir umat untuk menyadari aturan hidupnya, tidak lagi mengikuti sistem sekular yang jelas-jelas telah membuat manusia diperbudak dunia, menuju perubahan hakiki dengan penerapan syariah secara kaffah yang pasti menenteramkan jiwa dan raganya. Kupu kupu menjadi indah karena ia bisa bersabar untuk mau berubah. Pola pikir masyarakatpun bisa berubah jika kamu bersabar dalam berdakwah. Masya Allah.

Wallahu’alam bish Shawwab.