Oleh: Shintami Wahyuningsih

Tidak bisa dipungkiri umat Islam adalah umat yang memiliki pengaruh dalam kehidupan di dunia ini. Baik dari aspek politik maupun ekonomi.

Kekuatan umat Islam telah nyata-nyata mampu menggetarkan musuh-musuhnya. Dalam sejarah, Islam mampu menjadi negara adidaya selama berabad-abad lamanya, yaitu sekitar 13 abad. Bermula dari hijrahnya Nabi Muhammad Saw ke Madinah hingga runtuhnya kekhilafahan Islam di Turki Usmani pada 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M.

Selama 13 abad umat Islam hidup dalam kejayaan, kehormatan dan keamanan. Diterapkan seluruh hukum Islam yang berasal dari Allah Swt (pencipta sekaligus pengatur alam semesta, manusia, dan kehidupan ini) dalam segala aspek kehidupan.

Bahkan ilmuan Barat Dalam hal ini, Will Durant jelas mengatakan, “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa; yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.” (Will Durant – The Story of Civilization).

Penerapan hukum Islam diberlakukan kepada seluruh warga negara khilafah secara adil tanpa memandang pangkat, jabatan, suku maupun agama. Karena dalam sistem Islam semua manusia dihukumi sama dalam setiap pelanggaran yang mereka lakukan.Karena Syariat Islam bersifat universal.

Meskipun ada beberapa hal yang kepada ahlu dzimmah diberikan kebebasan untuk melakukannya sesuai kepercayaan masing-masing, seperti:
Pertama, masalah Aqidah, sebagaimana firman Allah Swt yang artinya, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (TQS. al-Baqarah [2]: 256)
Sehingga Khalifah akan membiarkan warga negaranya menganut kepercayaannya masing-masing.

Kedua, dalam pengaturan makanan, minuman dan pakaian, mereka ahlu dzimmah diberikan kebebasan untuk melakukannya sesuai aturan agamanya. Namun perlu diingat bahwa hal tersebut dilakukan di dalam wilayah kehidupan mereka saja dan tidak boleh disyiarkan kekalangan kaum muslim. Dan juga selama hal tersebut tidak mengganggu kehidupan bernegara untuk mencapai kemaslahatan kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, Pernikahan dan perceraian. Diizinkan bagi mereka melaksanakan sesuai aturan agamanya.

Disisi lain mereka juga wajib melaksanakan seluruh aturan Islam dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik, uqubat (sanksi hukum) dan seluruh aturan bernegara yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

Karena Islam datang untuk seluruh alam. Sebagaimana fiman Allah Swt, dalam Al Qur’an Surat. al-Anbiya [21]: 107, yang artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

Miris, kondisi umat Islam saat ini berbanding terbalik dengan kondisi umat dimasa Khilafah. Umat Islam kini menjadi umat yang paling lemah. Walaupun pada kenyataanya masih disegani oleh musuh-musuhnya dan dikhawatirkan kebangkitannya.

Kelemahan umat hari ini dikarenakan ketidak tahuan mereka akan potensi yang ada dalam aqidah yang mereka anut. Dengan berbagai propaganda jahat dari musuh-musuh Islam membuat umat Islam menjadi lemah dan kerdil menghadapi kekuatan musuh.

Andai saja umat Islam mau memahami hakikat penciptaan ini dan mendalami aqidah Islam yang dianutnya, serta menelusuri sejarah kehidupan Rasulullah Saw. dan para sahabat setelahnya. Mereka pasti akan melihat betapa kuat dan gagahnya umat ini.

Sudah 97 tahun umat kehilangan perisainya. Saatnya mengembalikan kejayaan umat, yaitu dengan melanjutkan kembali kehidupan Islam yang pernah ada. Menjadi negara besar yang disegani dan dihormati.

Yakinlah kita mampu, karena Allah telah menjanjikan itu. Sebagaimana firmanNya dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 55 yang berbunyi:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” Wallahu’alam