Karya: Warjianah
(Pemalang, Jawa Tengah)

Derasnya hujan turun membuat kucuran derita di hati rakyat, sebab pemerintah bukan memprioritaskan bagimana kondisi kehidupan untuk rakyat. Justru menitik beratkan administratif yang menjadi sebab banjir tak kunjung teratasi, seperti yang di alami di kota Semarang. Saat di terjang banjir besar, ada sejumlah pompa penyedot banjir di semarang di temukan tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. Setelah dilakukan inspeksi oleh Gubernur Ganjar ke Rumah Pompa Mberok, ia menemukan hanya satu pompa sedot yang di fungsikan hingga penanganan banjir tidak bisa di lakukan dengan cepat. (7/2/21)

Penyebab banjir bukan administratif melainkan pembangunan yang tidak berpusat kepada keselamatan rakyat, sebagai mana sistem sekarang menjadikan proyek bisnis. Hal ini di nyatakan oleh Bosman,” di satu sisi ada kerusakan lahan di kawasan Semarang atas/ hilir, lalu di sisi lain ada ekstraksi berlebihan terhadap air tanah dan pembangunan yang masif menjorok ke arah laut.(tirto.id,9/2/21)

Jika pemerintah tidak tepat menyimpulkan akar penyebab permasalahan kasus banjir ini, maka solusi yang di berikannya tidak tepat. Lalu bagimana sistem islam menangani permasalahan banjir ?
~ Kebijakan pembangunan dalam pembiayayannya dalam islam
Sistem islam tidak akan menggunakan utang, berbeda dengan sistem sekarang. Jika membuat infrastruktur selalu di pinjam uatang luar negeri. Dalam islam ada kas baitul mal yang bisa di kelola untuk kepentingan rakyat.
~Tata rang era islam dan perlindungan kawasan resapan air
Kawasan yang menjadi konservasi dan resapan air dengan berbagai tanaman dan pohon tidak boleh di jadikan pemukiman yang dapat merusak fungsinya.