Oleh :Vika Suci Rahayu (Anggota Kelas MUGH Kelas 2 SMP)

Dan setelah itu mereka pun mengerti apa yang diberitahukan oleh Bu Nini.

Bu Nini selalu menegaskan bahwa datang ke rumah ini harus ada perubahan. Yaitu mengubah perilaku yang tidak baik menjadi lebih baik. Menahan ucapan yang tidak bermanfaat. Tidak menyakiti hati teman. Sholat di awal waktu. Merasa takut kepada Allah SWT. Semuanya harus dilakukan jika ingin berhasil di dunia dan di akhirat.

Dan azan isya pun berkumandang “ayo diam semuanya! Ingat pesan Ibu tadi”, Saya mencoba mengingatkan pesan Bu Nini. Sebab Bu Nini sudah masuk ke kamarnya untuk sholat dan menyusui bayinya.

Kamipun menyimak azan sampai selesai kemudian bersama-sama berdo’a.

“Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz”, do’a kami bersama-sama.

Kami pun melanjutkan sholat isya berjamaah. Kali ini yang bertugas menjadi imam adalah Fai. Fai membacakan surat Al-Humazah dan surat Al-Zalzalah setelah membaca surat Alfatihah seperti yang Bu Nini pesankan tadi.

Begitulah hari demi hari kami lalui bersama Bu Nini. Sejak jam 5 sore hingga jam 8 malam terasa begitu cepat. Pesan-pesan Bu Nini selalu terngiang di setiap hari.

Saya teringat waktu dulu. saya tidak yakin bisa menghafal dan memahami pelajaran tersebut.
Dan setelah Saya masuk mengaji kemudian langsung dibimbing oleh Bu Nini akhirnya saya pun merasakan kenikmatan.

Dulu awal masuk Saya sangat sulit dengan hafalan yaitu surah al-qoriah yang artinya (hari kiamat). Bu Nini pun selalu memberikan kata-kata yang membuat Saya percaya diri. Bu Nini pun mencontohkan berkali-kali cara membaca ayat nya. Di ulang lagi dan lagi. Akhirnya bisa. Maa Sya’a Allah.

Juga yang menjadi tantangan Saya adalah teman Saya, Dewi. Padahal Saya yang duluan masuk ngaji. Tapi hafalan nya lebih cepat. Dengan semangat Saya minta bantuan Dewi untuk menyimak kan hafalan Saya. Baik di rumah maupun di rumah ngaji. Kebetulan Dewi tetangga sekaligus teman dekat Saya.

Nah, disetiap pertemuan ada waktu untuk setoran hafalan.
Saya masuk ke dalam ruangan. “Ayo, Kak Vika, giliran Kakak Sekarang. “Panggil Bu Nini.

Sayapun mulai menyetorkan tambahan hafalan Saya. “ha tu, Kakak bisa, jadi jangan bilang susah ya! harus semangat.” Kata Bu Nini yang selalu mengatakan jika Saya sudah selesai setoran.

Jadi sebelum menghafal itu Saya selalu bilang “susaaah kalii laah”, menggerutu.

Kemudian Bu Nini selalu memotivasi untuk berpikir positif mengatakan “pasti bisa.”

Saya mendengar perkataan Bu Nini seperti itu dan akhirnya saya pun bersemangat.

Bu Nini juga pernah bilang ” manjadda wa Jada” siapa yang
bersungguh-sungguh pasti mendapat, tidak ada yang tidak mungkin asalkan berusaha.

Semenjak itu lah saya menjadi semangat untuk menghafalkan ayat suci Al-quran. Saya sangat senang sekali bisa mengetahui semua apa yang diperbolehkan serta apa yang dilarang oleh agama Islam.

Apa yang dilakukan harus tau hukumnya. Jika tidak tahu bertanya dulu.

Terima kasih Bu Nini yang telah mengajari kami dengan tulus dan sabar menghadapi Anak murid yang luar biasa seperti kami, semua nya menjadi cerita yang tidak terlupakan. Alhamdulillah.[]

End