Oleh: Maman El Hakiem

Kehadiran akun krupuk Imel cs telah banyak meracuni pemikiran anak-anak kampus, tentu membuat strategi perlawanan Malika dkk harus lebih serius dalam dakwah.

“Apa sih dasar pemikiran ide moderasi ala krupuk itu?” Tanya Atilah, saat diskusi strategi pemasaran literasi kripik agar bisa menyelamatkan kaum milenial yang terpapar virus liberalisme.

“Kita balikin opini mereka yang menyesatkan itu, kita jelaskan ide moderasi Islam itu sebenarnya neo liberalisme.” Jawab Malika penuh semangat.

“Bener tuh, kita kick balik dan bongkar misi jahat mereka, selama ini kan kita dianggap radikal?” Pikir Naila yang juga memiliki ide yang sama.

“Setuju, ibarat teko yang sudah keruh harus dibuang dulu pemikiran kotornya, lalu kita isi dengan air pemikiran Islam yang jernih, bukan begitu?” Najma memberi masukan.

“Betul Naj, tapi ngomong-ngomong soal air…kok jadi haus nih..hehe.” Naila mulai kambuh penyakit urusan perutnya.

“Tenang Nail, sudah saya pesanin juice jeruk kesukaanmu…sabar ya! Kamu tuh…dikit aja nyerempet urusan perut langsung reaktif hehe…” Malika mencairkan suasana jadi penuh tawa.

“Urusan perut itu dorongan dari dalam, kalau urusan otak dorongan dari luar, begitu sob teorinya.” Naila memang jago nyeramahin teman-temannya.

“Eh ngomong-ngomong itu SKB Tiga Menteri, tentang seragam sekolah gorengan krupuk bukan?” Tanya Atilah.

“Pastilah, mereka itu kan pendengung karbitan , mereka sebenarnya benci Islam lalu bikin akal-akalan, setelah gagal jualan radikal radikul, terorisme, ektimisme yang kelihatan kasar bahasanya, diubah menjadi moderasi, kesannya lebih halus tapi penuh akal bulus.” Malika menjelaskan.

“Wah kamu cerdas, gak salah jika kita bisa berkumpul, paket komplit sih!” Ucap Atilah.

“Memangnya nasi rames…haha.” Malika tertawa lebar.

“Tapi, benar loh…coba saja, Naila jago ceramah, Atilah jagi nulis, Malika jago menganalisa masalah, dan aku jago gabungin ketiganya…hihi.” Najma bikin geng literasi mereka selalu kompak.

“Permisi…mbak-mbak…ini pesanan juice jeruknya.” Seorang pelayan menyodorkan juice jeruk yang dipesan mereka.

“Wah…seger nih, langsung seruput aja ah…” Naila gak sabaran langsung menyambar gelas berisi iar jeruk yang memang menggoda, apalagi siang itu udara cukup gerah.

Kehadiran goup kripik selalu menginspirasi bagi kaum milenial untuk peduli ajaran Islam dengan semangat berkreasi untuk menulis.*** Wallahu’alam.