Oleh: Arni Lestari
Ibu Rumah Tangga

Tak terasa kita telah memasuki bulan Rajab. Tercatat dalam sejarah Islam banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab di antaranya:

  1. Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw.
  2. Kekalahan bangsa Romawi dalam perang Tabuk.
  3. Ditetapkanya arah Kiblat ke Kabah Mekah.
  4. Penaklukan Baitul Maqdis.
  5. Pembebasan kota Hirran di Irak.

Pada bulan ini juga, umat Islam kehilangan suatu perkara yang amat penting, yaitu runtuhnya Khilafah. Alhasil, umat Islam kehilangan martabat, wibawa dan kebesarannya.

Hampir sebagian besar wilayah negeri Muslim diduduki oleh kafir penjajah dengan cara yang mengerikan. Anak-anak hingga orang dewasa tanpa melihat usia dibantai dengan cara brutal. Kekayaan kaum Muslim dirampas dengan kejam. Begitu getir kondisi umat Islam kini tanpa adanya perisai umat yaitu Khilafah.

Lebih parah lagi, pemimpin-pemimpin negeri Muslim menjadi boneka ditangan kafir penjajah, akibatnya keadaan umat Muslim di akhir zaman ini sangat memprihatinkan. Ibarat anak ayam yang kehilangan induknya.

Bertubi-tubi guncangan melanda setiap negeri Islam, nestapa yang dirasakan umat. Namun penguasa negeri Muslim tak satupun yang berupaya kembali kepada Islam, menerapkannya dalam institusi Khilafah.

Bagitu mudah bagi kafir penjajah menjadikan kaum Muslim sebagai santapan empuk mereka. Palestina, Kashmir, Suriah, Yaman,
Afghanistan, Irak, Rohinghya, dan wilayah lainnya. Bukti kerakusan dan kekejaman imperalis barat atas umat dan negeri Islam.

Hal ini yang pernah disabdakan Rasulullah Saw.,
“Telah berkumpul umat-umat mengelilingi kalian sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul mengelilingi piring mereka” mereka bertanya, “Apakah pada saat itu kami sedikit, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian, Allah pun menimpakan pada kalbu-kalbu kalian penyakit Al-Wahn” mereka bertanya, “apakah Al-Wahn itu Rasulullah?” Beliau menjawab, “cinta dunia dan takut mati” (HR.Abu.Daud dan Ahmad).

Penindasan dan kekayaan alam negeri dirampok. Belum kering air mata umat Islam di Uighur, atas penyiksaan yamg mereka alami. Begitu juga umat Islam di Rohingya hingga saat ini terus diburu seperti binatang. Di Suriah pun masih berlangsung hingga saat ini, lebih dari ratusan ribu nyawa umat Islam melayang. Kota-kotanya luluh lantak, tanpa tahu kapan semua itu akan berakhir.

Kekayaan alam negeri-negeri Islam ikut dirampok. Diambil alih oleh asing dan aseng lewat korporasi-korporasi raksasa mereka, meninggalkan kemiskinan bagi umat Islam dan semakin menyejahterakan kehidupan kafir penjajah dan antek-antek mereka.

Sudah 100 tahun umat hidup tanpa adanya pelindung dan perisai yakni Khilafah. Berbagai kehilangan dirasakan umat Islam, seperti:

A. Hilangnya imam atau Khalifah atau amirul mukminin dimana baiat kepadanya merupakan suatu yang amat vital bagi setiap Muslim .

B. Hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan ditengah-tengah umat.

C. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam.

D. Hilangnya kekuatan dan jihad yang disebabkan kelemahan dan kekalahan umat Islam dengan umat lain.

E. Hilangnya kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan politik akibat ketundukkan kepada negara-negara kafir penjajah kafir Barat dan Timur.

F. Hilangnya keadilan di tengah umat disebabkan penindasan, berakibat hilangnya keimanan, keikhlasan, sikap dan moral yang terpuji yang mengakibatkan kejahatan merajalela.

Dengan izin Allah, Khilafah akan tegak kembali menaungi dunia, namun butuh perjuangan umat Islam untuk mengupayakannya.
Dibutuhkan kesungguhan dan keyakinan kokoh untuk mengembalikannya. Tidak bisa diwujudkan dengan hanya menunggu, berpangku-tangan, atau diam atas setiap kezaliman yang terjadi akibat penerapan sistem kapitalis.

Pilihan kita tinggal satu, yaitu Islam, dengan menerapkan syariat Islam melalui institusi negara Khilafah. Tidak ada pilihan lain kecuali itu.

Pilihan Islam sebagai solusi inilah yang menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Berjuanglah terus, bersatulah bersama para pejuang Islam yang memperjuangkan syariat dan khilafah, tanpa kenal lelah insyaallah semua ini akan dicatat Allah Swt. sebagai pahala yang tiada bandingnya. Wallahu a’lam bishawab.