Oleh: Maman El Hakiem

Judul Buku: “Apapun Gorengannya: Dakwah Must Go On” Part 1.”
Penulis : Sherly Agustina, M.Ag.
Penerbit : Embrio, Sidoarjo, 2021
Tebal : xvi + 254 Hal

Kehadiran buku-buku yang mampu membuka wawasan berpikir umat dalam sudut pandang Islam, sangatlah diperlukan di tengah kehidupan sistem kapitalisme saat ini. Segala persoalan yang muncul dari kebijakan penguasa yang dzalim dan fenomena sosial ataupun segala masalah yang menjadi fakta harus disikapi dengan pemikiran mendalam, namun tetap solusinya berasal dari akidah yang lurus, yaitu Islam.

Nah, buku ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk memperkaya wawasan, bagaimana seorang ibu muslimah harus berperan dalam memikirkan urusan umat, tidak hanya urusan kesehariannya di rumah tangganya. Sherly Agustina, M.Ag. adalah penulis yang terbilang baru, tetapi pemikirannya cemerlang, mampu menghadirkan gagasan yang dituangkan dalam kupasan masalah dengan bahasa yang renyah, namun tetap bernutrisi dengan menyampaikan dalil-dalil yang shahih.

Ibarat racikan seorang emak ideologis yang mengemas kritik dengan rasa “kripik” tidak terlalu pedas, tapi membuat masyarakat cerdas. Misalnya pada salah satu judul bab “KUII: Jangan Salah Diagnosa Enemy”, penulis memberikan kritik dengan nada harapan agar Kongres Umat Islam Indonesia tersebut agar tidak dikendalikan kaum liberalis, sehingga fakta yang ada harus mampu disikapi dengan tegas, bahwa Islamlah solusi, sebagai “obat” yang mujarab untuk menhadapi sekularisme, yang menjadi “common enemy” umat sebenarnya.

Pandangan penulis yang lugas dan tegas, bukanlah pekara mudah, maka wajar jika membaca riwayat kepenulisannya penuh dengan pahitnya “kehidupan” dalam mempertahankan pemikiran ideologisnya. Meskipun penulis, mengaku baru belajar menulis, namun patut diapresiasi karya intelektualnya ini sebagai racikan menarik seorang emak-emak yang memiliki ketegasan dalam prinsip hidup. Apapun “gorengannya” menulis jalan terus, dakwah jangan pernah lelah memperjuangkan penerapan syariah Islam secara kaffah. Hanya ada satu kelemahan buku ini, penataan desain dan teks kalimat yang belum “eye catching”, semoga pada part 2 dan 3, dapat diperbaiki, karena rencananya buku ini merupakan trilogi. Insya Allah.

Wallahu’alam bish Shawwab.